Ibuku, Musrifah
Lantas,
Bagaimana cara menebus rindu, pada dia yang raganya telah pergi menyatu dengan bumi?
Sungguh wahai bunga, rindu ini kian hari kian memuncak, semakin bertambah kadarnya setiap saat. Sejenak damai, namun benci saat sudah seperti ini. "Kambuh". Tak tau harus apa, tak ada lagi sesiapa untuk bersandar.
Wahai bunga, bisa aku meminta tolong? Sampaikan pada Pemilik-mu, bisakah aku berjumpa dengan Dia yang aku rindu? Walau hanya sepersekian waktu, pun hanya melalui mimpi. Apapun caranya, aku ingin jumpa memeluknya. Benar, diri ini lemah, termakan rindu.
Doa, demi doa. Harap, demi harap. Rasanya tak kunjung padam terucap. Kini, yang diingini adalah dia, peluknya, harumnya, segalanya. Dia. Seutuhnya.
Komentar
Posting Komentar