Sepatu Dahlan



Image result for sepatu dahlan cover

Identitas Buku :

Judul Buku    : Sepatu Dahlan.
Pengarang     : Khrisna Pabichara.
Penerbit         : Noura Books (PT Mizan Publika)        
Kota Terbit     : Jagakarsa, Jakarta selatan.
TahunTerbit    : 2012
Tebal              : 392 Halaman.
ISBN               : 978-602-9498-24-0.

Garis Besar Isi Buku:

Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging...
Siksaan akibat rasa lapar ini memang tak asing, tetapi masih saja berhasil mengusikku... Sungguh, aku butuh tidur. Sejenak pun bolehlah. Supaya lapar ini terlupakan...

Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Begitu pula dengan lecet di kakinya, bukti perjuangan dalam meraih ilmu. Ya, dia harus berjalan berkilo-kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Tak hanya itu, sepulang belajar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya semi sesuap tiwul. Mulai dari nguli nyeset, nguli nandur,  sampai melatih tim bola voli anak-anak juragan tebu.

Semua itu tak membuat Dahlan putus asa. Tak juga berarti keceriaan masa kanak-kanaknya hilang. Ketegasan sang Ayah serta kelembutan hati sang Ibu, membuatnya bertahan. Persahabatan yang murni menyemangatinya untuk terus berjuang. Dan apa pun yang terjadi, Dahlan terus berusaha mengejar dua cita-cita besarnya:sepatu dan sepeda.

Kata-Kata Mutiara

1. Kadang, hidup begitu tegas tak menawarkan kesempatan lebih dari sekali, dan sebaiknya aku terima peluang yang ditawarkan oleh kehidupan itu.
2. Iman, ilmu, taqwa.
3. Waktunya berhenti merawat luka.
4. Benarkah kita menyimpan keinginan yang sama?
Mungkinkah diantara kita tak ada yang berani memulai?
Barangkali.. Aku, juga kamu, sama-sama pemalu untuk urusan hati?
5. Biarlah sesekali waktu perlu mengajariku cara tercepat meninggalkan masa silam.
6. Di jantung rinduku kamu adalah keabadian, 
Yang mengenalkan dan mengekalkan kehilangan.
7. Logika berdoa.
8. Ternyata aku lebih siap menghadapi kesenangan daripada kehilangan, maka lahirlah kesedihan.
9. Aku lupa pada petuah lama bahwa pertemuan memungkinkan lahirnya perpisahan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbuh

Melo Is My Nature

Move On, please!