Teruntuk kamu yang merangkap sebagai semesta


Aku suka mengingat hal-hal kecil tentang mu. Caramu tertawa, caramu tersipu malu kala aku memandangimu terlalu lama. Aku suka cara kamu memandang dunia, menyusuri tiap arus semesta (apalagi isinya kita berdua:p). Serta, rajinnya dirimu berdoa. Ah, kau adalah semesta yang ingin aku susuri tiap sudutnya.

Semesta telah membawa kamu pada tiap arus cerita. Aku, hanya ingin menyimpan harap pada semesta.

Semoga selalu berproses untuk masa depan, dengan senyum yang paling menawan. 

Dan.. sejak saat itu, pagi, malam, serta sore, terdapat kamu disana. Berdiri tegak, dengan tatapan paling teduh. Atas segala kata yang terucap, manis dan mengharukan. Terimakasih. Terimakasih sudah mendampingiku hingga kini. Menjadi seseorang yang utuh, bersama dirimu. Menjadi dewasa. Terimakasih telah menjadi pagi. Disaat semua orang meneriakkan bahwa senja lah yang paling indah. Terimakasih telah menjadi Pagi. Pagi yang selalu membawaku melewati hari demi hari, menit demi menit, hingga detik demi detik. Pagi yang selalu membawaku, menuju hangatnya senja, hingga warna-warni gemintang saat malam tiba.
Berbahagialah. Semoga Allah senantiasa menjaga dan mengiringi langkah.

Salam,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumbuh

Melo Is My Nature

Move On, please!