[Kutipan Favorit] Twitografi Asma Nadia

Ada berjuta alasan yang bisa
diungkap muslimah untuk tidak memakai jilbab. Tapi sebenarnya ada jutaan lebih
banyak alasan untuk berjilbab, hanya saja benyak yang belum menyadari.
Jilbab bukan sekedar tradisi/ budaya
arab, tetapi syariat yang tercanum dalam al quran sebagaimana sholat, puasa,
dll. Yang tercantum dalam al-quran, berlaku untuk semesta alam.
Jika jilbab, hanya sehelai kan ringan
menutup kepala, kenapa begitu berat kita menyempurnakannya? semoga cinta
kepada-Nya mencukupkan niat.
Apakah keindahan dunia yang membuatmu
lupa akan surge. Hingga menunda ketaatan pada-Nya?
Jika benar berpikir akhirat sebagai
tujuan, lalu apa yang mencegahmu menyempurnakan ketaatan?
Saya dan keputusan
untuk berjilbab
Jilbab hati dulu atau fisik dulu?
Jilbab fisik dulu, agar bebas dari tak
menuruti perintah Allah.
Pelan-pelan kondisikan hati.
Jangan menunggu sempurna untuk berjilbab
Sampai usai selesai pun kita tetap hamba
yang tak sempurna
Hidup adalah proses membuat diri lebih
baik
AL-Ahzab (33) : 59
“Hai Nabi, katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya
mereka dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”
#CintaAllah
Jangan pernah ragu: Allah mencintaimu
Allah dekat, hanya kita yang kadang
menjauh
Dekap cinta yang menuntunmu ke surga-Nya
Allah, cukup cinta-Mu
Allah… Taka da kata selesai, dalam
memburu cinta-Mu.
Menjauhi marah
Karena itu, setiap kali seseorang
mengekspresikan perasaan marahnya, setiap kali itu pula justru bertambahlah
kemarahannya. Kemarahan (jika dituruti) akan melahirkan kemarahan berikutnya. Jadi
mengekspresikan atau melampiaskan kemarahan justru akan menyebabkan
bertambahnya rasa marah tersebut, dan bukan meringankannya.
Komentar
Posting Komentar